Showing posts with label Petualangan. Show all posts
Showing posts with label Petualangan. Show all posts

Enjoy the beauty of Panorama "Curug Gendang"


Indonesian Ver. click here

When you visit Pandeglang, there is no harm in visiting the Curug Gendang waterfall, as the name suggests, this waterfall has a sound similar to the sound of drums or drum. This waterfall has a height of 7 meters with a depth of 13 meters and is located in the District of Carita, Pandeglang Banten. Curug Gendang is one of the interesting attractions and quite crowded with tourists.

There you can bathe or shower. The water is cool and soothing can relieve aches or fatigue. If lucky, you can see the attraction of a free fall over the waterfall that is done by children who live in the villages around the waterfall drum.

Curug Gendang layout of Jakarta can be reached at a distance of 150 kilometers route Jakarta - Attack - Pandeglang - Labuan - Carita. From the highway to the location of Carita beach is about 2 kilometers.

After arriving at the parking area attractions, followed by walking sektiar one kilometer. Travel to the location of the Curug Gendang quite challenging due to be down a path winding, uphill many rocks are quite slippery. However, this is quite a challenging journey treated with views of the forest rich in flora and fauna.

Waterfall drum has a history. According to the story about -the attraction of this nature is a historic place for the national struggle in the Dutch colonial period. In the past this place used as a hiding area fighters.
For those of you who want to experience the beauty of the gurgling sound of water at night, the manager provides a place to camp. Chirp sound buurung also various animals such as monkeys that roam also gives the impression of the beauty of the waterfall location drum.

Read more »

Pantai Pasir Putih di Kepulauan Spermonde


English Version (click here)

Mau menyelam menikmati terumbu karang? Memandangi detik-detik tenggelamnya sang surya? Atau sekadar mandi di laut dengan pantai pasir putih yang indah? Datanglah ke Kepulauan Spermonde di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Keindahan pantai di beberapa pulau di kepulauan ini menjadi daya tarik utama wisatawan lokal dan asing.

Kepulauan Spermonde terletak di bagian barat Sulawesi Selatan, membentang dari Kabupaten Pangkajene Kepulauan arah utara hingga Kabupaten Selayar di selatan. Ada sekitar 120 gugusan pulau di Kepulauan Spermonde dan 12 di antaranya termasuk dalam wilayah administratif Kota Makassar. Beberapa pulau, seperti Pulau Samalona, Kodingareng Keke, Barrang Caddi, dan Barrang Lompo, menjadi tujuan utama wisatawan lokal dan asing.

Untuk menuju pulau-pulau tersebut, tersedia sejumlah perahu ketinting dengan mesin tempel berkekuatan 40 PK di Dermaga Kayu Bangkoa. Dermaga ini terletak tepat di depan Benteng Rotterdam, yang bisa dicapai 15 menit dari pusat Kota Makassar. Ongkos sewa perahu bervariasi, Rp 500.000 hingga Rp 600.000, dengan muatan hingga 10 orang per perahu.

Perjalanan dari Dermaga Kayu Bangkoang ke Pulau Samalona hanya memerlukan waktu 40 menit. Di pulau yang luasnya 2,3 hektar ini dihuni sekitar 82 jiwa atau 20 keluarga. Setiap rumah warga bisa disewa untuk menginap dengan tarif Rp 150.000-Rp 250.000 per malam.

”Di sini masih ada terumbu karang dan ikan aneka warga yang sangat indah. Cocok bagi wisatawan yang memiliki hobi menyelam. Kalaupun hanya sekadar mandi di laut sudah cukup nyaman,” kata David (35), salah satu wisatawan asal Jakarta, yang menginap di Samalona.

Hanya sekitar 20 menit dari Samalona masih ada lagi pulau kecil nan cantik bernama Pulau Kodingareng Keke yang luasnya hanya 1 hektar. Sayang, keindahan dan kenyamanan pulau ini tinggal cerita.

Padahal, pada awal tahun 2000 pulau ini menjadi salah satu tujuan utama wisatawan asing dan lokal karena pesona pasir putih dan terumbu karangnya. Sempat ada lima bangunan penginapan di pulau yang dikelola seseorang berkewarganegaraan Belanda, tetapi kini hanya tersisa hamparan tanah berpasir dan beberapa pepohonan di atas pulau. Sekitar dua tahun lalu pengelola

Pulau Kodingareng Keke berurusan dengan pihak berwajib karena mengibarkan bendera negaranya di pulau itu. ”Sejak saat itu, Pulau Kodingareng Keke tidak terurus,” ujar Siti Zubaidah, Lurah Barrang Caddi, Kecamatan Ujung Tanah, yang membawahi wilayah Pulau Kodingareng Keke.

Dua pulau lain

Selain Samalona dan Kodingareng Keke, masih ada lagi dua pulau yang letaknya berdekatan, yakni Pulau Barrang Caddi dan Barrang Lompo. Pulau Barrang Caddi seluas 4 hektar, dihuni sekitar 1.300 jiwa, dan Pulau Barrang Lompo luasnya 19 hektar, dihuni sekitar 4.000 jiwa.

Perjalanan dari Pulau Barrang Caddi ke Pulau Barrang Lompo hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan perahu. Di kedua pulau ini wisatawan bisa memancing, menyelam, dan wisata budaya. Berbagai jenis ikan, terutama jenis tenggiri, banyak didapat dengan relatif mudah di laut sekitar pulau ini. Di sekitar Pulau Barrang Lompo juga masih ada beberapa titik yang menyisakan terumbu karang nan indah.

Dibandingkan dengan ke Pulau Samalona, transportasi ke Pulau Barrang Lompo dan Barrang Caddi relatif lebih murah dan mudah. Setiap hari, ada pelayaran reguler yang menghubungkan kedua pulau itu dengan Kota Makassar, yakni kapal penumpang dengan kapasitas 30 orang. Ongkos pergi pulang hanya Rp 15.000 per orang. Untuk penginapan, bisa menyewa rumah warga yang mayoritas berbentuk panggung.

Upacara adat

Selain memancing dan menyelam, pengunjung juga bisa melihat keahlian warga setempat dalam membuat perahu tradisional. Jika beruntung, wisatawan dapat menyaksikan upacara adat pa’rappo, yaitu upacara adat saat menurunkan perahu yang selesai dibuat sebelum dipakai melaut. Sekitar 95 persen dari semua penduduk di kedua pulau itu bekerja sebagai nelayan.

Jika ingin membawa cendera mata dari kerajinan berbahan laut, seperti kerang, mutiara, dan binatang laut yang diawetkan, tersedia di toko milik Mohammad Saleh yang dikelola Siti Fatimah, putri dari Mohammad Saleh. Harga kerajinan dijual mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 500.000 per buah.

Meskipun memiliki banyak pulau kecil yang memesona, potensi wisata bahari di kepulauan tersebut belum dikelola maksimal oleh Pemerintah Kota Makassar. Untuk mempromosikan potensi pariwisata di kepulauan tersebut, perlu dukungan sarana transportasi murah dengan jadwal pelayaran reguler dan kegiatan festival budaya yang digelar rutin. Upaya menjaga kelestarian terumbu karang yang menjadi nilai jual wisata bahari juga harus berlanjut.

Tanpa upaya yang serius, lambat laun orang bisa lupa jika Kota Makassar memiliki gugusan pulau-pulau kecil yang menawan dengan berbagai keindahan laut.


sumber : Aries Prasetyo, Kompas 01 Mei 2012

Read more »

INFORMASI PENDAKIAN GUNUNG SEMERU



1. Jakarta - Stasiun Kota Baru Malang (satu malam, 18-20 jam)
Naik Kereta Api, ada dua pilihan : 
- Gajayana. Kelas bisnis, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 17:15 WIB. Harga tiket sekitar Rp. 300.000 - 400.000.
- Matarmaja. Kelas Ekonomi. Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 14.00 WIB. Harga tiket Rp. 51.000). Karena sekarang pemesanan tiket kereta semakin susah, saya harapkan Anda memesan tiket pada jauh-jauh hari(H - 30 lebih baik). Ingat pemesanan tiket harus sesuai dengan KTP Anda. 

2. Dari Stasiun Kota Baru Malang - Tumpang (1,5 - 2 jam)
Bisa langsung carter angkot ke Pasar Tumpang jika punya dana lebih atau banyak rombongan. Alternatif berikutnya dari Stasiun Kota Baru Malang naik angkot ke Terminal Arjosari (Rp. 5000), dari Terminal Arjosari dilanjut dengan naik angkot warna putih dengan tulisan TA (Rp. 6.000) menuju Pasar Tumpang.

3. Dari Tumpang - Ranupane (2 - 3 jam)
Naik Jeep, Truk, Mobil Sayur atau ojek sepeda motor (tidak disarankan). Kalau menurut saya lebih asyik menggunakan Jeep. Harga sewa Jeep Rp. 450.000 untuk satu kali jalan (Tumpang-Ranupane/ Ranupane -Tumpang). Satu kali jalan Jeep maksimal bisa menampung 15 orang, jadi per orang kena biaya Rp. 30.000. Di depan Alfamart Tumpang sudah ada mas-mas yang stand by untuk mengurus Jeep.

Read more »

INFO PENDAKIAN GUNUNG RINJANI



Pilihan Perjanan I:

Jakarta-Stasiun Gambir (Busway): Rp. 3.500
Stasiun Gambir-Surabaya, Gubeng (Kereta Api): Rp. 300.000
Surabaya (Gubeng)-Banyuwangi (Kereta Api): Rp. 80.000
Ketapang-Gilimanuk: Rp. 10.000
Gilimanuk-Ubung: Rp. 50.000
Ubung-Padang Bay: Rp. 50.000
Padang Bay-Lembar: Rp. 35.000
Lembar-Terminal Cakra (angkot): Rp. 50.000
Terminal Cakra-Sembalun (Elf): Rp. 40.000 (transportasi umum hanya sampai jam 12 siang)
Penginapan: Rp. 200.000
Tiket masuk taman nasional: Rp. 10.000
Porter  50 KG: Rp. 480.000/3 malam
Sembalun-Terminal Cakra (angkot): Rp. 40.000
Terminal Cakra-Lembar (angkot): Rp. 50.000
Lembar-Padang Bay: Rp. 35.000
Bali-Jakarta:
TOTAL: Rp. 1.428.500+tiket ke Jakarta (pesawat +/- 650.000) atau transport darat (+/- 400.000)

 Pilihan perjalanan  II

Jakarta-Soekarno Hatta: Rp. 25.000 (DAMRI)
Soekarno Hatta-Mataram: Rp. 650.000
Tax Airport: Rp. 50.000
Mataram-Sembalun: Rp. 75.000 (transportasi umum hanya sampai jam 12 siang)
Penginapan: Rp. 200.000
Tiket masuk taman nasional: Rp. 10.000
Porter  50 KG: Rp. 480.000/3 malam
Sembalun-Terminal Cakra (angkot): Rp. 40.000
Terminal Cakra-Lembar: Rp. 50.000
Lembar-Padang Bay: Rp. 35.000
Bali-Jakarta
TOTAL: Rp. 1.428.500+tiket ke Jakarta (pesawat +/- 650.000) atau transport darat (+/- 400.000)

Pilihan perjalanan III

Jakarta-Stasiun Gambir (Busway): Rp. 3.500
Stasiun Gambir-Malang (Kereta Api): Rp. 270.000
Malang-Lembar (bis): Rp. 250.000
Lembar-Terminal Cakra (angkot): Rp. 50.000
Terminal Cakra-Sembalun (Elf): Rp. 40.000 (transportasi umum hanya sampai jam 12 siang)
Penginapan: Rp. 200.000
Tiket masuk taman nasional: Rp. 10.000
Porter  50 KG: Rp. 480.000/3 malam
Sembalun-Terminal Cakra (elf): Rp. 40.000
Terminal Cakra-Lembar: Rp. 50.000
Lembar-Padang Bay: Rp. 35.000
Bali Jakarta:
TOTAL: Rp. 1.428.500+tiket ke Jakarta (pesawat +/- 650.000) atau transport darat (+/- 400.000)

CATATAN:
1.    BIAYA PERJALANAN DIHITUNG BERDASARKAN PERJALANAN INDIVIDUAL. JIKA DILAKUKAN BERKELOMPOK BISA LEBIH MURAH 20%-30% DARI PERHITUNGAN DIATAS
2.    TOTAL BIAYA PERJALANAN DIHITUNG MENURUT INFO YANG ADA DI INTERNET
3.    GUIDE RP. 100.000 PER HARI DAN PORTER SAJA 80.000 PER HARI. RP. 120.000 PER HARI DALAM RENCANA PERJALANAN DI ATAS DIHITUNG MAKSIMAL DENGAN TIP DAN LAIN-LAIN
4.    INFO SELANJUTNYA MENGENAI PAKET GUIDE DAN LAIN-LAIN BISA DILIHAT DI BAWAH CONTACT PERSON 


CONTACT PERSON:

Aris: +628111875236

Bohari:
+623706659535
Mobile: +628123761387
Fax: +62370631638

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Jl. Arya Banjar Getas (Lingkar Selatan)
Kota Mataram
Telp. (0370) 627764
CP. Yudi (08197220055)

Rinjani Treeking Management Board (RIMB)
Hotel Lombok Raya

Jl. Panca Usaha No 11 Mataram
Telp/Fax. 0370-64112, 63230



HARI 1: Airport - Sembalun Lawang
Di jemput dari Airport menuju desa Sembalun Lawang, mengendarai kurang lebih 3 jam.
Menginap di guest house view latar belakang Gunung Rinjani
. 

HARI 2: Sembalun Lawang.
Bangun pagi, jam 6 atau jam 7 pagi perjalanan kita mulai, kira kira 2 jam kita sampai di post I dan beristirahat beberapa menit kemudian melanjutkan perjalanan menuju post III. tiba sekitar 13.00, Tiba di post III istirahat persiapan untuk makan siang .
 Pkl 14.00 pm: setelah makan siang kita menghadapi tanjakan yang cukup tinggi, sekitar 3 jam pendakian kita sudah sampai di plawangan Sembalun dengan ketinggian 2639 meters. pukul 16:00 atau 17:00 sore telah tiba di plawangan sembalun di pertengahan badan Gunung Rinjani dengan ketinggian 2600 meter, Pemasang tenda dan persiapan makan malami, dan selanjutnya bermalam Plawangan 

HARI 3: Plawangan Sembalun letaknya di pertengahan badan Gunung Rinjani dengan ketinggian 2639 meter – puncak ( 3.726 meter) – Danau.
Bilamana ada yang ingin ke puncak 3726 meter, di harapkan bangun jam 03.00 pagi
.Perjalanan ke puncak Gunung Rinjani memakan waktu kurang lebih 3 atau 5 jam, Medan perjalanan menuju puncak berat dan cukup berbahaya, padang pasir, kawah, dan jurang yang seolah tanpa dasar, akan memaksa berpacunya adrenalin selama 3-5 jam perjalanan, maka kami menganjurkan memakai kacamata anti debu dan baju hangat yang tebal bilamana bagi pemula ke puncak harus berjalan secara perlahan, setelah kita sampai di puncak Gunung Rinjani 3.726m. diperkirakan jam 06.00 pagi, anda akan dapat melihat pemandangan sangat menakjubkan, karena anda dapat melihat seluruh bagian pulau Lombok . bahkan anda bisa melihat Gunung Tambora, Agung, dan juga beberapa pulau kecil yang di sebut Gili di sekitar pulau Lombok, setelah 30 menit di puncak, photo bersama atau kegiatan sembahyang serta aktivitas lainnya, kita akan kembali ke tenda (Plawangan Sembalun), kira-kira pukul 09.00 pagi selesai sarapan pagi, kita melanjutkan perjalanan menuju danau Segara Anak - perjalanan ke danau kurang lebih 3-4 jam (menurun). Para pendaki harus lincah menuruni lereng cadas dengan kemiringan berkisar 40-80 derajat. Yang patut diperhatikan ialah resiko reruntuhan batuan yang membahayakan jiwa pendaki. Tiba di Danau sekitar jam 12:00 atau jam 03 sore beristirahat dipinggir Danau Segara Anak, terlihat Gunung Baru yang cantik masih aktif, sambil makan siang  di sekitar danau, beberapa menit kemudian kita menuju pemandian Air panas. Mandi di kolam air panas dipercaya dapat menyembuhkan segala macam penyakit, terutama penyakit kulit, rematik dan lain sebagainya, hidangan makan siang sudah siap di sekitar danau, sambil menikmati aktivitas memancing. 16.00 sore, Anda dapat menikmati keindahan matahari tengelam dan pemandangan sekitarnya, aktifitas malam hari, buat api unggun, menikmati Bintang, bernyanyi serta kegiatan lainnya, makan malam telah tersedia dan bermalam di tenda danau Segara Anak

HARI 4: Danau - Senaru - Senggigi
Setelah makan pagi, kita melanjutkan perjalanan ke Pelawangan Senaru. 12.00 siang: makan siang, Tiba di desa Senaru, dan beristirahat, tiba di Desa Senaru. Dan selanjutnya perjalanan ke Senggigi Tiba di Senggigi atau pelabuhan Bangsal untuk menuju ke tiga Gili atau menuju Airport langsung bila memungkinkan sore hari atau malam hari ~END~

Apa yang harus dibawa:
· Kamera
· Sunscreen [sunblock]
· Topi dan kacamata
· Kertas toilet [tisu basah~kering]
· Obat Pribadi
· Sedikitl jumlah uang
· Senter
· Item kebersihan pribadi (misalnya tampon, dll)
· Sweater · Handuk (untuk 2 hari)
· Baju Kaos
· Beanie atau toque (malam, pagi dan puncak)
· Tiger balm atau semprot otot (untuk otot nyeri)
· Pakaian renang (jika Anda berniat untuk berenang di danau)
· Kaos celana panjang dan celana pendek
· Sarung tangan

Read more »

KEINDAHAN BIOTA LAUT PULAU SANGALAKI

Bagi Anda pecinta wisata dasar laut, jangan lewatkan berkunjung ke Pulau Sangalaki. Karena biota laut yang dikandungnya sangat mewakili berbagai ragam jenis karang yang ada di dunia. Tempat ini merupakan tempat terindah ke tiga setelah Raja Ampat di Papua dan Laut Bunaken Manado.

Pulau dengan luas 15,9 hektare ini terletak di kawasan Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Pulau yang  memiliki morfologi dataran pantai yang datar ini tidak berpenghuni, hanya ada bangunan untuk penangkaran spesies penyu hijau. Pulau Sangalaki memiliki pantai putih dan airnya jernih serta tenang.

Pulau ini memiliki pesona pada perairannya yang terdapat taman laut. Tempat itu terkenal sebagai wisata selam (diving). Di sana terdapat beraneka ragam biota laut, yang terkenal adalah ikan pari mata. Pada saat terang bulan, iklan itu biasanya berkelompok hingga 20 ekor. Mereka menuju ke pulau itu untuk mencari makan berupa macam-macam jenis plankton yang banyak terdapat di perairan ini.

Untuk mencapai lokasi itu, salah satu rute yang dapat ditempuh adalah Kota Balikpapan. Dari Balikpapan dapat langsung menuju Kota Tanjung Redep dengan menggunakan pesawat udara. Kota Tanjung Redep merupakan ibu kota Kabupaten Berau. Frekwensi penerbangan ke kota itu belum ramai.

Bisa juga lewat darat, tentunya biayanya bisa lebih murah. Dari Balikpapan menuju Kota Samarinda dan dilanjutkan menuju Kabupaten Berau. Anda harus melewati hutan dan ladang.

Setelah sampai di kota Tanjung Redep dilanjutkan ke Tanjung Batu, sebuah kampung di Kecamatan Kepulauan Derawan. Untuk menuju Tanju Batu, Anda harus menyewa speed boat.

Ada pula melalui Kota Tarakan. Di kota ini sudah ada agen perjalanan yang akan memfasilitasi tur ke pulau itu. Dari Kota Tarakan menuju Pulau Derawan dibutuhkan waktu sekitar 3 jam melalui perjalanan laut. Perjalanan yang melelahkan terbayarkan setelah Anda mencapai lokasi.
 

Read more »

KEINDAHAN MATAHARI TERBIT DI PUNCAK MAHAMERU

Anda ingin merasakan hembusan asap putih yang memesona, maka Anda harus pergi ke Puncak Mahameru, Gunung Semeru, Jawa Timur. Gunung Semeru berada di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( (TNBTS) yang secara administratif pemerintahan berada di empat wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo, Provinsi Jawa Timur.

Gunung Semeru dengan puncaknya Mahameru yang berketinggian 3.678 meter di atas permukaan laut, merupakan gunung api tertinggi di Pulau Jawa. Para pendaki gunung biasanya selalu terpesona dengan keindahan alam Gunung Semeru. Apalagi setiap 15 menit sekali Puncak Mahameru yang berkawah Jonggring Seloka mengeluarkan material vulkanis berupa letusan abu. Letusan periodik itu merupakan peristiwa alam yang sangat menarik dan langka.

Ada dua jalur utama untuk menuju puncak Gunung Semeru, yaitu jalur Tumpang - Malang dan Jalur Sendoro - Lumajang. Disarankan agar tidak mendaki Gunung Semeru pada Desember hingga Februari karena pada bulan tersebut terdapat angin sangat kencang dan badai.

Bila anda ingin mencapai puncak, terlebih dahulu harus melewati beberapa rute pendakian, misalnya Ranu Pane menuju Watu Rejeng yang memerlukan waktu sekitar dua jam perjalanan pendakian. Dari Watu Rejeng, pendakian dilanjutkan menuju Ranu Kumbolo lalu Kalimati dengan melewati Tanjakan Cinta. Kalimati nerupakan tempat bekas aliran lava letusan Gunung Semeru yang sudah kering dan pendakian dilanjutkan menuju Arcopodo yang merupakan rute terakhir sebelum mencapai puncak Mahameru.

Untuk menuju Puncak Mahameru, terlebih dahulu harus melalui jalanan gersang dan berpasir yang berkemiringan mencapai 70 derajat. Oleh karena itu diperlukan kehati-hatian. Setelah sekitar tiga jam pendakian. Anda akan sampai di Puncak Mahameru atau kawah Jonggring Seloka.

Arcopodo merupakan daerah yang berada di lereng Gunung Semeru dan pendaki gunung dapat mendirikan tenda sebelum melanjutkan menuju puncak dilakukan pada dini hari dari Arcopodo agar dapat sampai di puncak pada pagi hari dan melihat indahnya matahari terbit di Puncak Mahameru (Sus/S-4)

Read more »

Popular Posts

counter